Pemanfaatan Dana Desa untuk Pencegahan Stunting
Melalui Pemberian Makanan Tambahan
Masalah gizi menjadi tantangan utama di banyak wilayah pedesaan. Di Bumiarjo Makmur, hasil pemantauan Posyandu dan laporan tenaga kesehatan menunjukkan masih adanya ibu hamil dengan risiko kekurangan energi kronis (KEK) serta balita dengan berat badan kurang. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaran gizi keluarga dan keterbatasan ekonomi rumah tangga. Melihat situasi tersebut, Pemerintah Desa bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) Eko Prasetio dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) merancang program PMT sebagai langkah strategis untuk meningkatkan asupan gizi keluarga.
Dengan anggaran Dana Desa sebesar Rp 9.000.000 pada tahun 2024, kegiatan PMT dilaksanakan secara rutin setiap bulan melalui Posyandu. Makanan tambahan yang diberikan menggunakan bahan pangan lokal bergizi seperti telur, sayuran, dan buah-buahan — tidak hanya menyehatkan tetapi juga memberdayakan potensi lokal desa. Pendampingan dilakukan sejak tahap perencanaan melalui kegiatan Rembuk Stunting, memastikan kegiatan berjalan partisipatif, transparan, dan tepat sasaran.Hasil pelaksanaan program menunjukkan dampak positif. Banyak balita mengalami peningkatan berat badan, dan ibu hamil yang sebelumnya berisiko KEK menunjukkan perbaikan status gizi. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran baru di masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi dan pemantauan tumbuh kembang anak. Antusiasme masyarakat untuk datang ke Posyandu pun meningkat tajam.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tingkat desa. Pemerintah Desa Bumiarjo Makmur membuktikan bahwa pengelolaan Dana Desa yang transparan dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat dapat menghasilkan perubahan nyata. Melalui langkah sederhana namun berdampak besar ini, Bumiarjo Makmur telah menjadi contoh praktik baik dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.


No comments:
Post a Comment