Dana Desa Tugumulyo Sukses Tekan Angka StuntingLewat Program Posyandu Terpadu
Melalui rembuk stunting dan dukungan lintas sektor, Desa Tugumulyo tingkatkan layanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh
Lempuing, Ogan Komering Ilir — Pemerintah Desa Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, berhasil menunjukkan praktik baik dalam pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 dengan fokus pada pencegahan dan penurunan stunting. Program ini melibatkan seluruh unsur masyarakat dan difasilitasi oleh Pendamping Lokal Desa (PLD) Ahmad Ariawan Amin, serta mendapatkan dukungan penuh dari Bidan Desa, Kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan KPM (Kader Pembangunan Manusia).
Masalah stunting masih menjadi tantangan nasional karena berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Tugumulyo menjadi salah satu desa yang tanggap terhadap isu ini dengan memanfaatkan dana desa secara strategis untuk memperkuat layanan Posyandu, penyediaan makanan bergizi (PMT) bagi ibu hamil dan balita, serta pemberian insentif bagi para kader dan tenaga kesehatan desa.
Langkah awal dilakukan melalui Musyawarah Desa Rembuk Stunting pada 9 Agustus 2023, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Tugumulyo. Dalam forum tersebut, seluruh lapisan masyarakat ikut terlibat dalam perencanaan kegiatan — mulai dari identifikasi masalah, penentuan prioritas, hingga penganggaran kegiatan. Salah satu hasil utama rembuk ini adalah keputusan pengadaan sarana dan prasarana Posyandu, seperti meja, kursi, tikar, dan kasur pemeriksaan untuk mendukung pelayanan kesehatan anak dan ibu hamil.Program kemudian berjalan efektif dengan pelaksanaan serangkaian kegiatan di tahun 2024, antara lain input data elektronik di aplikasi EHDW (Electronic Human Development Worker) pada 7 Mei 2024, serta penyaluran PMT untuk ibu hamil dan balita pada 18 September 2024. Selain itu, pemerintah desa juga menyalurkan insentif bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelayanan masyarakat.
Menurut Sutinah, Kader Pembangunan Manusia yang menjadi penanggung jawab kegiatan di lapangan, pelayanan Posyandu kini jauh lebih baik.
Pendamping Lokal Desa, Ahmad Ariawan Amin, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan koordinasi lintas sektor.“Dengan adanya dukungan sarana, insentif, dan program PMT, masyarakat semakin aktif datang ke Posyandu. Ibu hamil rutin memeriksakan kandungan, dan anak-anak mendapat gizi tambahan yang memadai,” ujarnya.
“Kunci keberhasilan bukan hanya pada dana, tetapi pada sinergi. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat bekerja bersama untuk menurunkan angka stunting secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tugumulyo, Sugianto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam pelaksanaan program ini.
“Dana Desa kami arahkan untuk hal-hal yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kesehatan ibu dan anak adalah prioritas utama, karena mereka adalah masa depan Tugumulyo,” tegasnya.
Kini, pelayanan Posyandu di Desa Tugumulyo berjalan lebih optimal, akses gizi untuk ibu dan anak semakin baik, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga meningkat. Tugumulyo pun menjadi contoh desa yang mampu mengelola Dana Desa secara efektif untuk mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera.





No comments:
Post a Comment