🌶️ Desa Sindang Sari Sukses Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Cabai Tahun 2024

Sindang Sari, OKI (Sumatera Selatan) — Pemerintah Desa Sindang Sari, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sukses melaksanakan program Ketahanan Pangan Tahun 2024 melalui kegiatan budidaya tanaman cabai. Program ini menjadi contoh praktik baik dalam pemanfaatan Dana Desa sebesar Rp234.800.000, yang tidak hanya meningkatkan kemandirian pangan, tetapi juga menambah penghasilan masyarakat melalui kelompok budidaya.


📝 Perencanaan

Kegiatan ini berawal dari hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Ketahanan Pangan yang digelar pada 4 Januari 2024. Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa bersama masyarakat, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pendamping desa menyepakati bahwa program ketahanan pangan akan difokuskan pada penanaman cabai.

Alasannya, Desa Sindang Sari memiliki kondisi lahan yang strategis dan subur, serta masyarakat yang memiliki semangat tinggi dalam bertani. Selain itu, cabai merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil, sehingga potensial untuk dikembangkan.

Kepala Desa Heriyanto turut turun langsung membina kelompok budidaya cabai dan memastikan kegiatan berjalan sesuai visi desa, yaitu meningkatkan kesejahteraan warga melalui kemandirian pangan dan ekonomi.


💰 Penganggaran

Setelah perencanaan matang, Pemerintah Desa mengalokasikan Rp234.800.000 dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024 untuk mendukung pelaksanaan kegiatan budidaya cabai. Dana ini digunakan untuk pengadaan 3.000 batang bibit cabai, pupuk, pestisida, serta kebutuhan sarana dan prasarana penanaman di dua lahan milik masyarakat.

Program ini dikelola oleh Kelompok Budidaya Cabai Desa Sindang Sari, dengan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, perangkat desa dan Tim Pendamping Desa Kecamatan Lempuing.


🌱 Pelaksanaan

Proses budidaya dimulai dengan pembibitan cabai selama satu bulan, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan lahan. Tanah dibajak dan dibuat bedengan, lalu diberi pupuk kandang, dolomit, dan pupuk kimia agar siap tanam. Setelah proses fermentasi dan pemasangan mulsa plastik, bibit cabai ditanam dan dirawat dengan cermat.

Selama masa pertumbuhan, tanaman rutin diberikan pupuk Mutiara dan pupuk organik seminggu sekali, serta penyemprotan fungisida dan pestisida dua kali seminggu untuk menjaga dari hama. Setelah tiga bulan, tanaman cabai mulai berbuah dan siap dipanen.


Pada 10 September 2024, dilakukan panen perdana yang turut dihadiri oleh Pj. Bupati OKI, Kapolsek Lempuing, Camat Lempuing, OPD terkait, dan TP PKK Kabupaten. Hasil panen pertama mencapai sekitar 200 kilogram cabai merah per seperempat hektar dan sebagian besar dijual ke pasar tradisional. Keuntungan dari hasil panen digunakan kembali untuk membeli bibit dan pupuk pada periode tanam berikutnya.


🌾 Pemanfaatan

Program ketahanan pangan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Sindang Sari. Selain memperkuat ketahanan pangan lokal, kegiatan ini juga meningkatkan pendapatan kelompok tani dan membuka peluang usaha baru di sektor pertanian.

Hasil penjualan cabai memberikan tambahan penghasilan bagi anggota kelompok tani, sementara sebagian hasil panen digunakan kembali untuk modal tanam berikutnya. Dengan begitu, kelompok budidaya cabai menjadi semakin mandiri dan berkelanjutan tanpa harus terus bergantung pada dana bantuan.

Pemerintah Desa berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi desa lain dalam mengelola Dana Desa dengan baik dan produktif.


💬 Sambutan Kepala Desa

Dalam sambutannya pada acara panen perdana, Kepala Desa Sindang Sari, Heriyanto, menyampaikan apresiasi dan harapannya bagi masyarakat:

“Alhamdulillah, melalui kerja keras dan gotong royong seluruh warga, hari ini kita dapat menikmati hasil nyata dari program ketahanan pangan desa kita. Budidaya cabai ini bukan hanya tentang menanam, tapi tentang menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut, memberikan manfaat ekonomi, dan menjadi contoh bagi desa lain bahwa Dana Desa bisa dikelola dengan baik untuk kesejahteraan bersama.”


Sambutan tersebut disambut hangat oleh warga dan tamu undangan yang hadir. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, masyarakat dan pendamping desa, program ketahanan pangan dapat berjalan sukses dan berkelanjutan.


Dokumen bisa di Download Disini

No comments:

Post a Comment

Featured Post

TPP LEMPUING

  Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Lempuing,  Garda Terdepan dalam Mengawal Pembangunan Desa Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Kome...

Popular Posts